| gambar katalog |
the drimer
Selasa, 26 April 2011
Jumat, 15 April 2011
Kamis, 30 Desember 2010
essay lomba XL 2
MICROFINANCE OPERATOR SELULER (MOS):
Microfinance Berbasis Operator Seluler untuk Pengembangan Ekonomi Masyarakat Miskin
Oleh : Muhammad Idris
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia
Saat ini dunia microfinance telah mengalami transformasi dari segala sisinya.Bentuk microfinance yang paling inovatif saat ini adalah kombinasi antara microfinance dengan teknologi untuk memberantas kemiskinan.Daya jangkaunya pun bukan hanya pada skala lokal atau regional namun kini telah mampu merambah skala internasional menembus sekat-sekat batas.Salah satu contohnya saat ini adalah Microfinance yang dipelopori oleh Grameen Foundation yang memiliki visi combining the power of Microfinance and Technology to defeat Global Poverty. Microfiance ini telah memiliki jaringan di seluruh dunia dan memiliki mitra dari berbagai macam perusahaan di seluruh dunia (www.grameenfoundatin.com)
Microfinance memang berfungsi sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.Bagaimana tidak, karena lembaga keuangan mikro ini berperan dalam penyedia akses ekonomi bagi masyarakat termiskin yang tidak memiliki akses pada lembaga keuangan bank. Lembaga ini menjadi andalan dalam masalah kemiskinan, selain memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat rendah atau non bunga (microfinance syariah) lembaga ini juga berperan dalam memberdayakan masyarakat dari segala sisinya. Masyarakat dilatih dan dibina bagaimana berproduksi, mengatur keuangan, membentuk kelompok sampai dilatih bagaimana mengembangkan unit usaha yang dimilikinya.Dunia microfinance di Indonesia selama ini menghadapi permasalahan yang sama saja, yakni masalah pendanaan (Boediono, 2008). Padahal sumber dana microfinance sangat banyak, diantaranya adalah melalui tanggung jawab social perusahaan (CSR) yang selama ini masih belum dioptimalkan dan di ekploitasi,
Peran tekhnologi tidak bisa dilepaskan untuk memajukan dan mengembangkan perekonomian. Ada banyak alasan mengapa teknologi perlu dilibatkan dalam menghadapi dan menjalankan strategi pengembangan ekonomi, antara lain dengan adanya teknologi segala urusan menjadi lebih efektif dan efisien, selain itu tekhnologi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hampir semua orang dan wilayah di dunia ini telah tersentuh oleh teknologi.Bahkan saat ini dunia tekhnologi telah menjadi lahan bisnis yang sangat menjanjikan dan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
Melihat perkembangan microfinance dan tekhnologi serta kombinasi antar keduanya, maka hal ini seharusnya bisa menjadi peluang bagi operator seluler untuk memposisikan diri di dalamnya. Jika melihat data mengenai pengguna operator seluler di Indonesia saat ini, maka kita akan mengetahui bahwaFaktanya, penguna seuler di Indonesia terus menanjang, dari 2007 berjumlah 63 juta, 2008 berjumlah 70 juta dan 2009 mencapai hampir 90 juta pengguna dan memiliki tingkat penetrasi mencapai 28,6%, jauh mengungguli yang lain: internet (11,4%) atau broadband (0,2%) (Jazz Muhammad.Perihal Teknologi Komunikasi di Indonesia.Kompasiana.com, Januari 2010. 16:28).
Dengan melihat peluang dan prospek yang sangat baik ini, maka sangat memungkinkan untuk menciptakan suatu inovasi yang lebih baru lagi dalam dunia microfinance.Inovasi yang dimaksud adalah dengan menciptakan Microfinance Berbasis Operator Seluler (MBOS) untuk memperbaiki dan mengembangkan ekonomi masyarakat miskin yang selama ini masih belum ada.Sistem ini merupakan sebuah Strategi yangakan memungkinkan terciptanya suatu sinergi dan hubungan yang saling menguntungkan antara microfinance dan operator seluler yang nantinya akan berdampak pada perbaikan perekonomian bagi masyarakat miskin karena model ini akan memungkinkan terciptanya bentuk baru dalam bisnis microfinance yang dipelopori oleh operator seluler.
Bisnis lembaga keuangan mikro ternyata memberikan keuntungan yang besar. Berdasarkan penelitian Micro’ Rate tahun 2004 pada 30 lembaga keuangan mikro terkemuka di Amerika Latin mencatat hasil yang mengejutkan karena Return on Earning (ROE) nya lebih tinggi dibandingkan Citigroup maupun bank-bank lokal. Hasil studi ini yang membuat optimis banyak kalangan akan keberhasilan peluncuran MFIFs (Micro Finance Investment Funds) diluncurkan pertama kali tahun 1990 an dan perkembangannya sampai dengan Oktober 2004, 55 MFIF’s telah dioperasikan.Selain itu langkah ini juga akan berdampak pada peningkatan sumbangsih bidang teknologi terhadap pendapatan Negara dimana saat ini hanya bernilai 2,8% sedangkan Negara maju telah mencapai angka 30% (Jazz Muhammad, Perihal Teknologi Komunikasi di Indonesia.Kompasiana.com, Januari 2010. 16:28)
Setidaknya ada banyak alasan mengapa teknologi operator seluler sangat tepat jika dikombinasikan dengan microfinance. Selain memiliki pelanggan yang telah mencapai ratusan juta orang dan tingkat penetrasi yang cukup tinggi di negeri ini serta beragam inovasi baru dalam dunia tekhnologi, di sisi lain operator seluler memiliki dimensi dan posisi yang tepat dalam kehidupan social budaya masyarakat bagi pengembangan microfinance.Mudah dan murahnya penggunaan HP adalah salah satu peluang pemanfaatan teknologi ini untuk microfinance.
Potensi Operator Seluler bagi Pengembangan Microfinance
1. Menjembatani Investor dan Microfinance
Operator seluler memiliki pengguna layanan yang sangat besar dan berpotensi sebagai investor bagi microfinance.Saat ini jumlah pengguna operator seluler di Indonesia telah mencapai angka jutaan pelanggan dengan tingkat penyebaran yang baik.Artinya setengah dari jumlah penduduk Indonesia telah menggunakan jasa layanan operator seluler dan tentunya memiliki telepon seluler.Selama ini perusahaan operator seluler hanya melihat pelanggan sebagai sebagai orang yang mengkonsumsi layanan saja atau dengan kata lain perusahaan operator seluler melihat para pelanggan dengan pandangan profit oriented saja.
Padahal pelanggan juga sebenarnya bisa berperan sebagai investor, khususnya bagi microfinance. Begitu banyak orang diantara ratusan juta pelanggan tersebut yang memiliki kelebihan dana yang hanya dialokasikan untuk pulsa saja padahal kelebihan dana tersebut dapat dialokasikan pada sektor lain. Pulsa yang dimiliki oleh pelanggan sebenarnya bisa dialokasikan sebagai modal investasi atau dana donor kepada microfinance dengan bantuan layanan yang diberikan oleh operator seluler. Saat ini telah marak kuis-kuis SMS atau pembelian jasa melalui SMS, contoh :ketik REG spasi Mobil kirim ke 3433, tidak lama kemudian secara otomatis pulsa akan terpotong sesuai dengan ketentuan dari panitia penyelenggara. Lalu mengapa metode ini tidak bisa diterapkan dalam melakukan investasi atau donor kepada microfinance, bisa saja dengan metode yang sama, ketik REG spasi INVESTASI/DONOR spasi 5000 kirim ke 777, kemudian pulsa akan terpotong secara otomatis sebesar 5000 yang kemudian dana tersebut di investasikan atau disumbangkan kepada microfinance dengan bantuan dan kerjasama operator seluler. Dalam hal ini operator seluler dapat bertindak sebagai penghubung yang menjembatani pengguna (sebagai investor atau donatur) dengan microfinance.Hal ini karena posisi strategis operator seluler yang mewadahi dan sumber pemberi layanan bagi pengguna operator seluler.
2. Memberi Fasilitas Interaksi antara Microfinance dengan Investor
Dalam MBOS fasilitas-fasilitas yang dimiliki operator seluler tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai media yang menghubungkan microfinance dengan investor. MBOS akan membentuk sistem one person by one investor, artinya adalah setiap satu orang dari orang miskin yang terbina di dalam MOS akan berhubungan secara intensif dengan satu orang atau satu group investor dari pelanggan operator seluler.Karena selama ini pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara koleksif oleh beberapa orang pembina saja.sehingga sistem seperti ini memiliki kelebihan dalam banyak hal. Antara lain; 1)investor bisa mengetahui secara langsung untuk siapa dananya diberikan 2) investor dapat mengetahui secara pasti untuk sektor apa dananya disalurkan 3) investor dapat mengetahui perkembangan orang miskin tersebut (dapat berperan sebagai kontrol) 4) baik investor maupun orang miskin pengguna dana dapat saling berinteraksi, bertukar pikiran, memberi solusi dan menambah tali silaturahmi 5) microfinance hal ini sangat efektif untuk melakukan efisiensi dan mempermudah mencapai program-program kerja. Cara yang digunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh operator seluer tersebut. Misalnya melaui SMS, telepon, pengiriman data dan berbagai macam cara lainnya.
Cara seperti ini juga akan sangat bermanfaat dan lebih efektif untuk mendukung program Grameen Foundation yang bernamaThe Progress out of Poverty Index TM (PPI™), yaitu alat sederhana dan akurat yang mengukur tingkat kemiskinan kelompok dan individu) dengan menggunakan PPI, LKM akan lebih baik dapat menentukan kebutuhan klien mereka, program mana yang paling efektif, seberapa cepat klien meninggalkan kemiskinan, dan apa yang membantu mereka untuk keluar dari kemiskinan lebih cepat (www.grameenfoundation.com).Dengan strategione person by one investor yang dimiliki MBOS tentunya secara akurat microfinance terutama investor akan mengetahui indikator-indikator keluar dari kemiskinan tersebut dengan baik, tepat dan lebih efisien karena adanya hubungan interaksi intensif.
3. Memperluas Link dengan Microfinance Nasional dan Internasional
Saat ini telah banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan mikro berskala nasional dan internasional.Salah satu organisasi microfinance berskala global yang telah memiliki jaringan hampir di semua benua adalah Grameen Foundation, lembaga ini merupakan salah satu lembaga yang memiliki akses kemitraan yang sangat luas dengan lembaga-lembaga lain yang mendorong program-program mereka.Karena lembaga ini merupakan lembaga internasional dan hanya memiliki cabang di tempat-tempat tertentu, maka untuk ikut tergabung ke dalam lembaga ini tentu dibutuhkan adanya dukungan dari tekhnologi.
Jika kita melihat kondisi microfinance saat ini yang memiliki keterbatasan akses dalam banyak hal tentu sangat sulit untuk memperluas maupun tergabung dan berintegrasi dengan microfinance berskla global.Terutama microfinance yang melaksanakan tugas di wilayah pedalaman yang kurang bahkan tidak tersentuh listrik dan internet tentu peluang untuk tergabung dan menambah akses dengan microfinance internasional sangat tidak mungkin.Disinilah letak peran sentral operator seluler dalam MBOS untuk membantu menghubungkan dan menciptakan akses ke lembaga microfinance nasional dan internasional dengan daya inovasi dan fleksibilitas teknologi yang dimilikinya.
Peran dan Manfaat MBOS dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Miskin
Baik atau tidaknya suatu metode atau suatu sistem dapat dilihat dari besar tidaknya peran dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.Dalam hal ini MBOS memiliki peran dan manfaat yang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat miskin.
1. Medium of Investment Fund
Medium of investment fund atau perantara bagi dana investasi maksudnya adalah MBOS memiliki peran dan posisi dalam menjembatani antara pihak yang kelebihan dana (investor) dengan pihak yang kekurangan dana (masyarakat miskin yang terbina dalam microfinance). Selama ini menemukan lembaga/badan/perusahaan yang memiliki posisi yang strategis dalam masyarakat untuk menjembatani antara investor dan microfinance masih cukup sulit. Jika kita bercermin pada kinerja Grameen Foundation, posisi mereka adalah sebagai lembaga yang mencari dan menghimpun dana dari berbagai macam kalangan (indvidu dan perusahaan) kemudian dana tersebut mereka kelola sendiri untuk pemberdayaan masyarakat miskin. Adapun bentuk dana hanya sebatas pada dana sumbangan (donate) saja. Lain halnya dengan MBOS yang memiliki target investor yang sudah jelas, yakni para pengguna operator mereka sendiri.
2. Alternatif Investasi
Pihak yang memiliki kelebihan dana cenderung berpikir bagaimana menyalurkan dana yang dimiliki kepada sektor-sektor tertentu untuk memperoleh keuntungan. Meskipun microfinance memiliki daya jangkau hanya kepada masyarakat miskin dengan tingkat penyaluran kredit yang tidak terlalu tinggi, namun tingkat pengembalian pinjaman kredit microfinance lebih tinggi daripada lembaga keuangan bank bahkan bisa mencapai angka 100% (.Artinya bahwa sektor ini memiliki prospek yang baik sebagai sarana dan alternatif investasi bagi para calon investor.
Bahkan orang-orang dengan dana terbatas pun dapat melakukan investasi melalui microfinance. Hal ini dikarenakan sistem penghimpunan dana investasi dari MBOS tidak memiliki batas minimal dana. Bentuk investasinya juga sederhana, yakni dengan mengalokasikan sejumlah nominal pulsa yang dimiliki untuk diinvestasikan serta bersifat kontinyu dan fleksibel.Artinya seseorang dapat mengalokasikan berapa pun jumlah yang mereka inginkan sesuai dengan jumlah pulsa yang ada atau ingin dialokasikan serta investasi tersebut tidak dibatasi waktunya, kapanpun investor ingin berinvestasi dan dengan jumlah berapa pun bisa.
3. Wahana Pengoleksian Dana Secara Efisien
Kemajuan teknologi telah membuat segala hal menjadi lebih mudah termasuk dalam hal pengoleksian dana. MBOS memanfaatkan teknologi operator seluler untuk melakukan penghimpunan dana dari investor atau donatur, cukup hanya dengan mengalokasikan sejumlah pulsa dengan cara mengirim SMS, maka dana pun akan terhimpun. Dalam hal ini perusahaan operator seluler berperan sebagai agen penghimpun dana dan sumber data base investor atau donatur kemudian bekerjasama dengan bank untuk pembukaan rekening investasi para investor atas nama microfinance yang bersangkutan. Sehingga microfinance bukan hanya mendapat dukungan keuangan dari dana investasi atau sumbangan (donate) tetapi juga akan mendapatkan keuntungan dari bagi hasil (bank syariah) atau bunga (bank konvensional) melalui dana yang disimpan pada bank tersebut.
Luasnya daya jangkau dan jumlah target donatur/investor (pengguna operator) yang sangat besar tidak menjadi hambatan dalam pengoleksian dana. Dimana pun, siapa pun dan kapan pun akan secara mudah dan cepat melakukan inveatasi atau sumbangan tanpa melaui prosedur yang rumit bahkan tanpa adanya tenaga lapangan yang mendatangi karena semua telah tercover oleh tekhnologi dari operator seluler.
4. Sistem Kerja yang Sederhana dan Prospektif
MBOS merupakan suatu sistem yang mempunyai cara kerja yang sederhana sehingga prospek bagi penerapannya juga akan sangat prospektif. Para calon investor terutama tidak harus memiliki ilmu atau keahlian khusus mengenai seluk beluk investasi sebagaimana praktek investasi yang ada pada pasar modal.MBOS menghadirkan warna yang berbeda dalam dunia investasi, sifat fleksibilitas dan kontinyuitas menjadi pembeda investasi pada sektor ini dengan investasi pada dunia ekonomi pada umumnya. Sistem kerjanya sangat sederhana, yakni, pertama, investor/donatur mengirim sejumlah dana sesuai dengan nominal yang diketik pada SMS. Kedua, data tersebut akan masuk kepada perusahaan operator seluler selanjutnya perusahaan operator seluler akan mengalokasikan sejumlah dana tersebut kepada bank atas nama rekening microfinance tertentu. Ketiga, jika microfinance memerlukan dana secara mendesak, maka microfinance dapat mengambil dana tersebut kepada bak, jika tidak dana tersebut dapat disimpan atau diinvestasikan melaui bank yang bersangkutan agar memperoleh dana tambahan. Keempat, hasil keuntungan dari investasi akan dibagikan kepada microfinance dan investor yang menamkan modalnya dengan system bagi hasi, yakni system yang memiliki prinsip profit and loss sharing, artinya keuntungan maupun kerugian akan sama-sama ditanggung bersama. Keuntungan/kerugian tersebut akan diberikan sesuai keinginan investor, apakah dalam bentuk pulsa atau uang yang akan dikirimkan kepada rekening investor.
Dengan melihat dinamika perkembangan microfinance dan operator seluler saat ini, maka inovasi pada kedua bidang ini mutlak diperlukan untuk menjawab segala permasalahan dalam dunia ekonomi. Kemiskinan adalah gambaran umum dari masyarakat pinggir kota dan pedesaan, pada kawasan-kawasan tersebut orang-orang miskin terkonsentrasi. Mereka hanya membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk memperbaiki kondisi perekonomian mereka dari berbagai macam pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.
Menghidupkan sendi-sendi masyarakat miskin berarti akan menghidupakan pilar-pilar perekonomian bangsa yang akan memperkuat perekonomian nasional. Selama ini zaman telah menjawab bahwa unit-unit usaha kecil memiliki andil besar dalam perekonomian suatu Negara.MBOS adalah suatu system baru untuk menghidupakan sendi-sendi ekonomi masyarakat miskin, sistem ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk menciptakan dan mengaplikasikannnya terutama kerjasama antara operator, microfinance dan pengguna operator seluler.
Sabtu, 25 Desember 2010
essay untuk lomba xl award
KEAJAIBAN XL DI PULAU SERIBU MASJID
Oleh: Muhammad Idris
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia
“Ajaib sungguh ajaib” inilah ungkapan yang patut disematkan kepada perusahan operator telepon seluler PT Exelcom Indo Pratama (XL) karena kiprahnya yang sangat luar biasa di Pulau Lombok, Pulau Seribu Masjid. Bagaimana tidak, di pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat ini hampir semua penduduknya menggunakan XL, dari anak-anak, orang dewasa sampai bapak-bapak dan ibu-ibu dari kota Mataram[1] hingga ke pelosok Sembalun[2] menggunakan XL sebagai operator selulernya. Kalau pun ada yang menggunakan operatora lain, tapi mereka pasti dan wajib memiliki kartu perdana XL, baik disimpan di dalam dompet atau di dalam hand phone (HP) itu sendiri, apalagi kini HP model dual card tengah ramai dan menjamur di pasaran menjadikan XL tetap menjadi pilihan nomor satu dan tidak tergantikan hingga detik ini.
Fenomena ini memang benar-benar terjadi di sana, tidak afdol (lengkap) rasanya bagi tiap orang yang memiliki atau membeli hand phone tidak menggunakan XL. Hand phone dan XL bagi masyarakat Lombok seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meskipun banyak operator-operator lain yang bermunculan dengan menawarkan produk yang berbeda dan harga yang lebih murah, namun masyarakat Lombok tetap loyal kepada XL. Aneh, tidak pas dan merasa asing (sendirian) rasanya ketika salah seorang tidak menggunakan XL karena sanak keluarga dan karib kerabat semuanya menggunakan XL. Karena itulah sebabnya mereka yang beralih dari XL atau mencoba menggunakan operator lain pasti akan kembali lagi menggunakan XL.
Iklan dan berbagai macam produk yang dimiliki XL sepertinya telah merasuki alam bawah sadar masyarakat Lombok dan telah menjadi bagian dari budaya mereka. Masih jelas dalam ingatan ketika iklan pertama XL Jempol yang menawarkan isi ulang Rp 5000,- mucul di televisi dan menarik keinginan masyarakat. Kemunculan iklan tersebut memang pada timing yang tepat, dimana pada waktu itu HP masih menjadi barang dan tren baru serta menjadi barang eksklusif bagi masyarakat, pada saat itulah iklan XL pertama muncul yang menawarkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat pada saat itu, yakni operator yang memberikan layanan dengan harga murah. Momen pada saat itulah menjadi toggak awal kiprah pertama XL di pulau seribu masjid.
Tidak hanya berhenti pada saat itu saja, XL kian menggencarkan strategi-strategi baru untuk meyakinkan masyarakat Lombok akan langkah mereka memilih XL. Fasilitas-fasilitas baru dan konten-konten menarik terus di tawarkan oleh XL, nelpon gratis dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi, yang membuat masyarakat khusunya remaja rela begadang dan bangun tengah malam untuk telpon-telponan, belum lagi gratis 300 sms setelah kirim 6 sms yang membuat pengguna kecanduan SMS-an, bahkan nelpon sepuasnya setelah nelpon pertama dari pagi hingga sore. Tidak jarang juga XL memberikan layanan cuma-cuma (gratis) bagi pelanggannya sekali waktu, yang dikenal oleh masyarakat Lombok denga “XL lagi bocor”. Pada saat “XL lagi bocor” itu pengguna XL dapat nelpon gratis ber jam-jam dan SMS-an tanpa batas meskipun tidak ada pulsa. Inilah yang membuat masyarakat benar-benar merasa di untungkan dan menikmati layanan-layanan seperti ini.
Bahkan sampai saat ini XL terus berinovasi dengan memberikan layanan-layanan terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ketika tahun-tahun terakhir ini Facebook sedang tenar-tenarnya, XL hadir dengan memberikan layanan gratis Facebook, XL sepertinya sangat mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat. Hal inilah yang membuat XL selalu dipercaya dan selalu menjadi nomor satu bagi masyarakat Lombok. Masyarakat Lombok sepertinya tidak mengganggap XL sebagai salah satu dari berbagai macam operator seluler yang ada di Indonesia, masyarakat Lombok mungkin menganggap bahwa hanya ada satu kartu perdana dan operator seluler, yakni XL. Hal ini terjadi karena ikatan emosional antara XL dan masyarakat Lombok sudah begitu kuat dan dalam. Tidak mudah memang mengubah persepsi masyarakat tentang image XL yang sudah sangat baik untuk masyarakat Lombok.
Seperti masyarakat Indonesia pada umunya, masyarakat Lombok juga sangat peka terhadap hal-hal yang bersifat baru. Katakanlah ketika HP masih menjadi barang eksklusif dan sangat tenar pada awal-awal kemunculannya masyarakat Lombok sangat antusias dan berduyun-duyun untuk membeli alat komunikasi tersebut, meskipun pada umumnya mereka adalah masyarakat daerah yang sebagian besar masyarakatnya dikategorikan sebagai msyarakat menengah ke bawah namun spirit mereka untuk mengikuti tren menyebabkan mereka merasa perlu dan harus membelinya meskipun harus menjual sawah dan menggadaikan barang berharga miliki mereka. Budaya konsumerisme tampaknya telah menjadi bagian dari masyarkat ini, meskipun hal itu tidak mendesak dan tidak sesuai kebutuhan akan tetapi jika hal itu menyangkut sebuah prestise, maka mereka pun akan membelinya tanpa pikir panjang. Tampaknya inilah salah satu faktor penyebab mengapa perkembangan telepon seluler dan operator seluler di Lombok sangat pesat.
Kemajuan signifikan yang dicapai XL di Pulau Seribu Masjid
Lombok merupakan salah satu commerce region yang sangat potensial dari XL. Daerah ini termasuk East Region commerce ( Bali, Lombok, East Java, NTT, NTB) yang memberika kontribusi sebesar 19% dari total pendapatan XL Rp9,8 triliun selama Januari hingga September 2009. Kawasan ini berada pada posisi nomor dua dalam memberikan kontribusi pendapatan XL setelah kawasan Jabodetabek (20 %). Saat ini jumlah pengguna XL di NTB mencapai 1,5 juta pelanggan, yang didukung oleh lebih dari 10 ribu counter dan outlet XL yang tersebar baik di pulau Lombok maupun Sumbawa. Secara keseluruhan Pertumbuhan jumlah pelanggan di tahun 2009 naik 21%. Dengan demikian jumlah pengguna XL sampai saat ini mencapai 31,4 juta pelanggan. Peningkatan margin sebesar 5 sampai 6% menghasilkan pencapaian laba bersih di tahun 2009 (Hana .”Pelanggan XL Capai 314 juta”. Posted on 20 Januari 2010, http://scbsradiolombok.wordpress.com)
Melihat perkembangan yang ada, dapat disimpulkan bahwa XL mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat di pulau Lombok. Kemajuan yang diperoleh bukan hanya dari segi kuantitas tapi juga dari segi kualitas. Disamping peningkatan jumlah pendapatan dan pengguna, XL di Lombok juga tidak berhenti memberikan layanan terbaik dengan berbagai macam inovasi dalam penawaran produk-produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Peran dan kontribusi masyarakat lombok dalam terhadap XL terlihat dari loyalitas dan antusias masyarakat terhadap produk dan layann yang diberkan.
Dampak terhadap pengembangan ekonomi dan IPM masyarakat Lombok
Bagaimana korelasi antara perkembangan XL yang begitu pesat di Lombok dengan sektor-sektor mendasar masyarakat lombok? Hal ini perlu ditinjau dan dicermati agar antara pada keduanya terjadi hubungan mutualisme (saling menguntungkan), bukan hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya . Ada beberapa hal yang dapat dijdikan indikator untuk melihat korelasi antara keduanya, antara lain:
1. XL menyentuh bottom line dan up line pada sektor ekonomi masyarakat Lombok
Dari segi ekonomi, ternyata XL telah menunjukkan perannya dalam pengembangan ekonomi masyarakat, yakni dengan menyentuh semua lapisan dari masyarakat. Pada lapisan masyarakat bawah (bottom line) keberadaan XL telah memberi stimulus dan dorongan untuk mendirikan tempat-tempat penjualan pulsa, baik berupa konter maupun dompet pulsa. Melihat kondisi geografis lombok yang umumnya berupa daerah pesisir dan pegunungan dengan pembangunan yang masih belum merata memungkinkan pengguna XL atau operator seluler pada umumnya menemui kesulitan untuk isi ulang pulsa. Kondisi inilah yang secara tidak langsung mendorong beberapa masyarakat bottom line untuk membuat konter atau dompet pulsa. Biasanya mereka memperoleh keuntungan yang cukup lumayan dari penjualan pulsa. Contohnya, pulsa 5.000 dijual seharga 6.000, pulsa 11.000 seharga 12.000 dan seterusnya. Penjualan rata-rata XL dengan nilai pulsa 5.000 per harinya bisa mencapai 100 sampai 200 kali transaksi atau dengan keuntungan per hari mencapai 200.000-an (wawancara dengan Muhibim, penjaga konter di desa Kr. Tapen, kel. Cilinaya, Cakranegara).
Pada golongan atas (up line), keberadaan XL telah mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru.pusat-pusat ekonomi yang dimaksud adalah dengan berdirinya XL center, konter-konter XL yang skala besar dan sebagainya. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi baru, maka secara otomatis akan tebuka lapangan pekerjaan baru. Pada umumnya masyarakat usia produktif di Lombok tidak memiliki keterampilan khusus dan memiliki jenjang pendidikan yang rendah (lulusan SMA), sehingga mereka cukup sulit untuk memperoleh pekerjaan. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi tersebut, maka kesempatan kerja untuk mereka menjadi terbuka lebar. Secra tidak langsung akan mengurangi pengiriman TKI ke luar negeri yang selama ini menjadi masalah utama NTB.
2. Isu dan permasalahan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi maslah utama NTB, bagaimana peran XL?
NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, NTB berada pada posisi ke-32 dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berbagai masalah dan keterbelakangan pendidikan, kesehatan dan sosial masyarakat yang tak kunjung ada perbaikan menjadi indikator utama mengapa daerah yang kaya akan sumber daya alam, pariwisata dan budaya ini masih menjadi kawasan Indonesia yang terbelakang. Disamping itu, NTB hingga kini masih menjadi salah satu pemasok TKI terbesar di Indonesia, angka buta huruf yang masih tinggi, kasus kematian ibu dan anak yang tak kunjung membaik adalah potret kecil dari kondisi masyarakat NTB.
Lalu bagaimana posisi, peran dan kontribusi XL dalam merespon masalah ini? Tentu saja sebagai sebuah perusahaan XL memiliki tanggung jawab sosial (CSR) untuk ikut aktif dan tanggap dalam merespon permasalahan ini. Sejauh ini program CSR XL terbilang cukup berhasil, hal ini didasarkan pada berbagai penghargaan yang berhasil diperolehnya dalam bidang ini. Contohnya CSR dalam bidang pendidikan, dengan program Indonesia Berprestasinya XL berhasil meraih penghargaan best CSR program (“Program CSR XL Langsung Tersalurkan”. http://www.inimedanbung.com/node/5026. Jumat 2 Oktober 2009). Khususnya bagi masyarakat Lombok, XL belum bisa menunjukkan perannya dalam membantu memperbaiki keadaan masyarakat di sana.
Di tahun 2008 XL memperluas jangkauan program CSR mereka dengan menjadi anggota aktif Indonesia Global Compact Network (ICGN) PBB. Melalui usaha tersebut, dunia bisnis, sebagai agen utama yang mendorong globalisasi, dapat turut serta memastikan bahwa kemajuan di pasar, perdagangan, teknologi, dan keuangan juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat di setiap negara (“Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.http://www.xl.co.id/language/id). Selain itu, menurut Rahardi Ramelan (1997) dalam bukunya yang berjudul Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia mengatakan bahwa dasar utama diperlukan kemitraan antara pemerintah-swasta dalam pembangunan adalah masalah pendanaan dan factor kondisi geografis yang menyulitkan sehingga strategi yang tepat adalah dengan membentuk kemitraan antar keduanya sehingga terdapat hubungan yang saling menguntungkan.
Oleh karena itu ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi terkait maslah CSR perusahaan untuk masyarakat NTB, yaitu:
1. peran dalam ekonomi mikro
Masyarakat Lombok masih sangat membutuhkan dukungan dari lembaga keuangan mikro (LKM) untuk mengembangkan perekonomiannya. Hal ini dikarenakan masyarakat masih tergolong masyarakat kecil dan menengah yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Karena peran utama LKM adalah sebagai lembaga yang memberikan akses masyarakat miskin kepada lembaga keuangan, membantu dan memberdayakan ekonomi masyarakat kecil, maka keberadaan lembaga ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat NTB. Umumnya masyarakat NTB membutuhkan dukungan dana dan edukasi tentang dunia usaha dan microfinancelah lembaga yang tepat untuk hal ini. Masyarakat NTB sebenarnya sangat produktif dan kreatif, hal ini bisa terlihat dari berbagai kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat NTB, antara lain ; kerajinan gerabah yang dihasilkan oleh masyarakat Banyumulek, Lombok barat, emas dan mutiara oleh masyarakat Sekarbela, furniture oleh masyarakat Rembige dan masih banyak yang lain. Unit-unit usaha seperti ini sangat membutuhkan dukungan dan pembinaan untuk mengembangkan usaha mereka dan mengembangkan ekonomi masyarakat Lombok pada umumnya.
Disinilah peran XL sebagai perusahaan operator seluler untuk mendukung unit-unit usaha masyarakat Lombok. Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya melalui pemberian alokasi dana CSR perusahaan, mencarikan microfinance mitra untuk menghadapi masalah pendanaan atau sebagai mediator antara pengguna yang ingin menjadi donatur atau investor pada lembaga keuangan mikro melalui SMS donasi atau SMS investasi yang bisa dilakukan oleh XL yang dapat mendukung berkembangnya usaha masyarakat.
2. peran dalam mengembangkan dan memajukan budaya dan potensi daerah Lombok
NTB merupakan daerah yang kaya akan potensi alam dan budaya. Selama ini NTB dikenal sebagai daerah lumbung padi, hal ini tercermin dari lambang daerah yang berupa lumbung padi dan semboyan daerah, Bumi Gogorancah (Bumi Gora). Selain potensi pariwisata NTB juga tidak kalah pamornya, masyarakat Indonesia dan Internasional tentu sudah tidak asing lagi dengan pantai Senggigi, Kuta, gunung Rinjani dan yang lainnya, namun masih dibutuhkan peran lembaga lain untuk mendukung potensi tersebut.
XL sebagai perusahaan operator seluler yang bergerak dalam bidang telekomunikasi memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong potensi budaya dan pariwisata masyarakat Lombok. Dalam hal ini XL dapat menjadi mitra dalam mempromosikan budaya dan potensi yang ada melauli jaringan telekomnikasinya. Disamping itu XL bisa juga berperan sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat, informasi apapun asalkan bermanfaat bagi masyarkat karena akses informasi masyarakat Lombok masih belum begitu merata, khususnya layanan internet, disini XL bisa berperan di dalamnya.
3. peran dalam dunia pendidikan
Masyarakat Lombok masih membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan. Untuk menekan angka buta aksara di kawasan ini diperlukan tidak hanya pendidikan formal tetapi juga pendidikan informal. XL dapat terlibat dan berperan aktif dalam pendidikan formal dan informal. Masih banyak sekolah-sekolah di NTB yang belum tersentuh teknologi, sehingga pendidikan IT masih sangat asing bagi mereka. XL bisa berperan dalam menyelenggarakan pendidikan mingguan atau bulanan mengenai IT sehingga masyarakat tidak lagi kaku dalam bidang teknologi. Hal ini jelas sangat bermanfaat dalam peningkatan mutu kualitas masyarakat NTB.
Dalam pendidikan informal, XL dapat menjadi mitra Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dan ibu-ibu buta aksara yang tidak tersentuh pendidikan formal. Saat ini di NTB PKBM menjadi program andalan pemerintah daerah dalam menanggulangi tingkat buta aksara di NTB. Namun sejauh ini pula program ini hanya mengandalkan dana dari pemerintah daerah saja dan tidak terlihat peran dari sektor swasta di dalamnya. Disinilah dibutuhkan kepekaan dan bantuan dari XL untuk mendukung berjalan dan berhasilnya program ini, baik dukungan secara moriil maupun materiil.
Kiprah XL di Pulau Seribu Masjid memang sangat mengagumkan dan memiliki implikasi terhadap sektor-sektor lainnnya. Jumlah pengguna yang telah menyentuh hampir semua kawasan dan level masyarakat serta loyalitas masyrakat terhadap XL menjadi bukti kebrhasilan perusahaan operator seluler ini di pulau Lombok. Keberhasilan itu juga membawa dampak terhadap sektor-sektor lainnya, seperti sektor ekonomi, namun masih banyak hal yang perlu diperhatikan lagi oleh XL terutama mengenai CSR yang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, XL seharusnya bisa berperan lebih aktif dalam menggerakkan geliat ekonomi masyarakat dan membangun potensi-potensi daerah sehingga antara XL dan masyarakat Lombok akan terbangun suatu sinergi dan hubungan timbal balik yang baik antar keduanya.