MICROFINANCE OPERATOR SELULER (MOS):
Microfinance Berbasis Operator Seluler untuk Pengembangan Ekonomi Masyarakat Miskin
Oleh : Muhammad Idris
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia
Saat ini dunia microfinance telah mengalami transformasi dari segala sisinya.Bentuk microfinance yang paling inovatif saat ini adalah kombinasi antara microfinance dengan teknologi untuk memberantas kemiskinan.Daya jangkaunya pun bukan hanya pada skala lokal atau regional namun kini telah mampu merambah skala internasional menembus sekat-sekat batas.Salah satu contohnya saat ini adalah Microfinance yang dipelopori oleh Grameen Foundation yang memiliki visi combining the power of Microfinance and Technology to defeat Global Poverty. Microfiance ini telah memiliki jaringan di seluruh dunia dan memiliki mitra dari berbagai macam perusahaan di seluruh dunia (www.grameenfoundatin.com)
Microfinance memang berfungsi sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.Bagaimana tidak, karena lembaga keuangan mikro ini berperan dalam penyedia akses ekonomi bagi masyarakat termiskin yang tidak memiliki akses pada lembaga keuangan bank. Lembaga ini menjadi andalan dalam masalah kemiskinan, selain memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat rendah atau non bunga (microfinance syariah) lembaga ini juga berperan dalam memberdayakan masyarakat dari segala sisinya. Masyarakat dilatih dan dibina bagaimana berproduksi, mengatur keuangan, membentuk kelompok sampai dilatih bagaimana mengembangkan unit usaha yang dimilikinya.Dunia microfinance di Indonesia selama ini menghadapi permasalahan yang sama saja, yakni masalah pendanaan (Boediono, 2008). Padahal sumber dana microfinance sangat banyak, diantaranya adalah melalui tanggung jawab social perusahaan (CSR) yang selama ini masih belum dioptimalkan dan di ekploitasi,
Peran tekhnologi tidak bisa dilepaskan untuk memajukan dan mengembangkan perekonomian. Ada banyak alasan mengapa teknologi perlu dilibatkan dalam menghadapi dan menjalankan strategi pengembangan ekonomi, antara lain dengan adanya teknologi segala urusan menjadi lebih efektif dan efisien, selain itu tekhnologi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hampir semua orang dan wilayah di dunia ini telah tersentuh oleh teknologi.Bahkan saat ini dunia tekhnologi telah menjadi lahan bisnis yang sangat menjanjikan dan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.
Melihat perkembangan microfinance dan tekhnologi serta kombinasi antar keduanya, maka hal ini seharusnya bisa menjadi peluang bagi operator seluler untuk memposisikan diri di dalamnya. Jika melihat data mengenai pengguna operator seluler di Indonesia saat ini, maka kita akan mengetahui bahwaFaktanya, penguna seuler di Indonesia terus menanjang, dari 2007 berjumlah 63 juta, 2008 berjumlah 70 juta dan 2009 mencapai hampir 90 juta pengguna dan memiliki tingkat penetrasi mencapai 28,6%, jauh mengungguli yang lain: internet (11,4%) atau broadband (0,2%) (Jazz Muhammad.Perihal Teknologi Komunikasi di Indonesia.Kompasiana.com, Januari 2010. 16:28).
Dengan melihat peluang dan prospek yang sangat baik ini, maka sangat memungkinkan untuk menciptakan suatu inovasi yang lebih baru lagi dalam dunia microfinance.Inovasi yang dimaksud adalah dengan menciptakan Microfinance Berbasis Operator Seluler (MBOS) untuk memperbaiki dan mengembangkan ekonomi masyarakat miskin yang selama ini masih belum ada.Sistem ini merupakan sebuah Strategi yangakan memungkinkan terciptanya suatu sinergi dan hubungan yang saling menguntungkan antara microfinance dan operator seluler yang nantinya akan berdampak pada perbaikan perekonomian bagi masyarakat miskin karena model ini akan memungkinkan terciptanya bentuk baru dalam bisnis microfinance yang dipelopori oleh operator seluler.
Bisnis lembaga keuangan mikro ternyata memberikan keuntungan yang besar. Berdasarkan penelitian Micro’ Rate tahun 2004 pada 30 lembaga keuangan mikro terkemuka di Amerika Latin mencatat hasil yang mengejutkan karena Return on Earning (ROE) nya lebih tinggi dibandingkan Citigroup maupun bank-bank lokal. Hasil studi ini yang membuat optimis banyak kalangan akan keberhasilan peluncuran MFIFs (Micro Finance Investment Funds) diluncurkan pertama kali tahun 1990 an dan perkembangannya sampai dengan Oktober 2004, 55 MFIF’s telah dioperasikan.Selain itu langkah ini juga akan berdampak pada peningkatan sumbangsih bidang teknologi terhadap pendapatan Negara dimana saat ini hanya bernilai 2,8% sedangkan Negara maju telah mencapai angka 30% (Jazz Muhammad, Perihal Teknologi Komunikasi di Indonesia.Kompasiana.com, Januari 2010. 16:28)
Setidaknya ada banyak alasan mengapa teknologi operator seluler sangat tepat jika dikombinasikan dengan microfinance. Selain memiliki pelanggan yang telah mencapai ratusan juta orang dan tingkat penetrasi yang cukup tinggi di negeri ini serta beragam inovasi baru dalam dunia tekhnologi, di sisi lain operator seluler memiliki dimensi dan posisi yang tepat dalam kehidupan social budaya masyarakat bagi pengembangan microfinance.Mudah dan murahnya penggunaan HP adalah salah satu peluang pemanfaatan teknologi ini untuk microfinance.
Potensi Operator Seluler bagi Pengembangan Microfinance
1. Menjembatani Investor dan Microfinance
Operator seluler memiliki pengguna layanan yang sangat besar dan berpotensi sebagai investor bagi microfinance.Saat ini jumlah pengguna operator seluler di Indonesia telah mencapai angka jutaan pelanggan dengan tingkat penyebaran yang baik.Artinya setengah dari jumlah penduduk Indonesia telah menggunakan jasa layanan operator seluler dan tentunya memiliki telepon seluler.Selama ini perusahaan operator seluler hanya melihat pelanggan sebagai sebagai orang yang mengkonsumsi layanan saja atau dengan kata lain perusahaan operator seluler melihat para pelanggan dengan pandangan profit oriented saja.
Padahal pelanggan juga sebenarnya bisa berperan sebagai investor, khususnya bagi microfinance. Begitu banyak orang diantara ratusan juta pelanggan tersebut yang memiliki kelebihan dana yang hanya dialokasikan untuk pulsa saja padahal kelebihan dana tersebut dapat dialokasikan pada sektor lain. Pulsa yang dimiliki oleh pelanggan sebenarnya bisa dialokasikan sebagai modal investasi atau dana donor kepada microfinance dengan bantuan layanan yang diberikan oleh operator seluler. Saat ini telah marak kuis-kuis SMS atau pembelian jasa melalui SMS, contoh :ketik REG spasi Mobil kirim ke 3433, tidak lama kemudian secara otomatis pulsa akan terpotong sesuai dengan ketentuan dari panitia penyelenggara. Lalu mengapa metode ini tidak bisa diterapkan dalam melakukan investasi atau donor kepada microfinance, bisa saja dengan metode yang sama, ketik REG spasi INVESTASI/DONOR spasi 5000 kirim ke 777, kemudian pulsa akan terpotong secara otomatis sebesar 5000 yang kemudian dana tersebut di investasikan atau disumbangkan kepada microfinance dengan bantuan dan kerjasama operator seluler. Dalam hal ini operator seluler dapat bertindak sebagai penghubung yang menjembatani pengguna (sebagai investor atau donatur) dengan microfinance.Hal ini karena posisi strategis operator seluler yang mewadahi dan sumber pemberi layanan bagi pengguna operator seluler.
2. Memberi Fasilitas Interaksi antara Microfinance dengan Investor
Dalam MBOS fasilitas-fasilitas yang dimiliki operator seluler tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai media yang menghubungkan microfinance dengan investor. MBOS akan membentuk sistem one person by one investor, artinya adalah setiap satu orang dari orang miskin yang terbina di dalam MOS akan berhubungan secara intensif dengan satu orang atau satu group investor dari pelanggan operator seluler.Karena selama ini pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara koleksif oleh beberapa orang pembina saja.sehingga sistem seperti ini memiliki kelebihan dalam banyak hal. Antara lain; 1)investor bisa mengetahui secara langsung untuk siapa dananya diberikan 2) investor dapat mengetahui secara pasti untuk sektor apa dananya disalurkan 3) investor dapat mengetahui perkembangan orang miskin tersebut (dapat berperan sebagai kontrol) 4) baik investor maupun orang miskin pengguna dana dapat saling berinteraksi, bertukar pikiran, memberi solusi dan menambah tali silaturahmi 5) microfinance hal ini sangat efektif untuk melakukan efisiensi dan mempermudah mencapai program-program kerja. Cara yang digunakan adalah dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh operator seluer tersebut. Misalnya melaui SMS, telepon, pengiriman data dan berbagai macam cara lainnya.
Cara seperti ini juga akan sangat bermanfaat dan lebih efektif untuk mendukung program Grameen Foundation yang bernamaThe Progress out of Poverty Index TM (PPI™), yaitu alat sederhana dan akurat yang mengukur tingkat kemiskinan kelompok dan individu) dengan menggunakan PPI, LKM akan lebih baik dapat menentukan kebutuhan klien mereka, program mana yang paling efektif, seberapa cepat klien meninggalkan kemiskinan, dan apa yang membantu mereka untuk keluar dari kemiskinan lebih cepat (www.grameenfoundation.com).Dengan strategione person by one investor yang dimiliki MBOS tentunya secara akurat microfinance terutama investor akan mengetahui indikator-indikator keluar dari kemiskinan tersebut dengan baik, tepat dan lebih efisien karena adanya hubungan interaksi intensif.
3. Memperluas Link dengan Microfinance Nasional dan Internasional
Saat ini telah banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan mikro berskala nasional dan internasional.Salah satu organisasi microfinance berskala global yang telah memiliki jaringan hampir di semua benua adalah Grameen Foundation, lembaga ini merupakan salah satu lembaga yang memiliki akses kemitraan yang sangat luas dengan lembaga-lembaga lain yang mendorong program-program mereka.Karena lembaga ini merupakan lembaga internasional dan hanya memiliki cabang di tempat-tempat tertentu, maka untuk ikut tergabung ke dalam lembaga ini tentu dibutuhkan adanya dukungan dari tekhnologi.
Jika kita melihat kondisi microfinance saat ini yang memiliki keterbatasan akses dalam banyak hal tentu sangat sulit untuk memperluas maupun tergabung dan berintegrasi dengan microfinance berskla global.Terutama microfinance yang melaksanakan tugas di wilayah pedalaman yang kurang bahkan tidak tersentuh listrik dan internet tentu peluang untuk tergabung dan menambah akses dengan microfinance internasional sangat tidak mungkin.Disinilah letak peran sentral operator seluler dalam MBOS untuk membantu menghubungkan dan menciptakan akses ke lembaga microfinance nasional dan internasional dengan daya inovasi dan fleksibilitas teknologi yang dimilikinya.
Peran dan Manfaat MBOS dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat Miskin
Baik atau tidaknya suatu metode atau suatu sistem dapat dilihat dari besar tidaknya peran dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.Dalam hal ini MBOS memiliki peran dan manfaat yang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat miskin.
1. Medium of Investment Fund
Medium of investment fund atau perantara bagi dana investasi maksudnya adalah MBOS memiliki peran dan posisi dalam menjembatani antara pihak yang kelebihan dana (investor) dengan pihak yang kekurangan dana (masyarakat miskin yang terbina dalam microfinance). Selama ini menemukan lembaga/badan/perusahaan yang memiliki posisi yang strategis dalam masyarakat untuk menjembatani antara investor dan microfinance masih cukup sulit. Jika kita bercermin pada kinerja Grameen Foundation, posisi mereka adalah sebagai lembaga yang mencari dan menghimpun dana dari berbagai macam kalangan (indvidu dan perusahaan) kemudian dana tersebut mereka kelola sendiri untuk pemberdayaan masyarakat miskin. Adapun bentuk dana hanya sebatas pada dana sumbangan (donate) saja. Lain halnya dengan MBOS yang memiliki target investor yang sudah jelas, yakni para pengguna operator mereka sendiri.
2. Alternatif Investasi
Pihak yang memiliki kelebihan dana cenderung berpikir bagaimana menyalurkan dana yang dimiliki kepada sektor-sektor tertentu untuk memperoleh keuntungan. Meskipun microfinance memiliki daya jangkau hanya kepada masyarakat miskin dengan tingkat penyaluran kredit yang tidak terlalu tinggi, namun tingkat pengembalian pinjaman kredit microfinance lebih tinggi daripada lembaga keuangan bank bahkan bisa mencapai angka 100% (.Artinya bahwa sektor ini memiliki prospek yang baik sebagai sarana dan alternatif investasi bagi para calon investor.
Bahkan orang-orang dengan dana terbatas pun dapat melakukan investasi melalui microfinance. Hal ini dikarenakan sistem penghimpunan dana investasi dari MBOS tidak memiliki batas minimal dana. Bentuk investasinya juga sederhana, yakni dengan mengalokasikan sejumlah nominal pulsa yang dimiliki untuk diinvestasikan serta bersifat kontinyu dan fleksibel.Artinya seseorang dapat mengalokasikan berapa pun jumlah yang mereka inginkan sesuai dengan jumlah pulsa yang ada atau ingin dialokasikan serta investasi tersebut tidak dibatasi waktunya, kapanpun investor ingin berinvestasi dan dengan jumlah berapa pun bisa.
3. Wahana Pengoleksian Dana Secara Efisien
Kemajuan teknologi telah membuat segala hal menjadi lebih mudah termasuk dalam hal pengoleksian dana. MBOS memanfaatkan teknologi operator seluler untuk melakukan penghimpunan dana dari investor atau donatur, cukup hanya dengan mengalokasikan sejumlah pulsa dengan cara mengirim SMS, maka dana pun akan terhimpun. Dalam hal ini perusahaan operator seluler berperan sebagai agen penghimpun dana dan sumber data base investor atau donatur kemudian bekerjasama dengan bank untuk pembukaan rekening investasi para investor atas nama microfinance yang bersangkutan. Sehingga microfinance bukan hanya mendapat dukungan keuangan dari dana investasi atau sumbangan (donate) tetapi juga akan mendapatkan keuntungan dari bagi hasil (bank syariah) atau bunga (bank konvensional) melalui dana yang disimpan pada bank tersebut.
Luasnya daya jangkau dan jumlah target donatur/investor (pengguna operator) yang sangat besar tidak menjadi hambatan dalam pengoleksian dana. Dimana pun, siapa pun dan kapan pun akan secara mudah dan cepat melakukan inveatasi atau sumbangan tanpa melaui prosedur yang rumit bahkan tanpa adanya tenaga lapangan yang mendatangi karena semua telah tercover oleh tekhnologi dari operator seluler.
4. Sistem Kerja yang Sederhana dan Prospektif
MBOS merupakan suatu sistem yang mempunyai cara kerja yang sederhana sehingga prospek bagi penerapannya juga akan sangat prospektif. Para calon investor terutama tidak harus memiliki ilmu atau keahlian khusus mengenai seluk beluk investasi sebagaimana praktek investasi yang ada pada pasar modal.MBOS menghadirkan warna yang berbeda dalam dunia investasi, sifat fleksibilitas dan kontinyuitas menjadi pembeda investasi pada sektor ini dengan investasi pada dunia ekonomi pada umumnya. Sistem kerjanya sangat sederhana, yakni, pertama, investor/donatur mengirim sejumlah dana sesuai dengan nominal yang diketik pada SMS. Kedua, data tersebut akan masuk kepada perusahaan operator seluler selanjutnya perusahaan operator seluler akan mengalokasikan sejumlah dana tersebut kepada bank atas nama rekening microfinance tertentu. Ketiga, jika microfinance memerlukan dana secara mendesak, maka microfinance dapat mengambil dana tersebut kepada bak, jika tidak dana tersebut dapat disimpan atau diinvestasikan melaui bank yang bersangkutan agar memperoleh dana tambahan. Keempat, hasil keuntungan dari investasi akan dibagikan kepada microfinance dan investor yang menamkan modalnya dengan system bagi hasi, yakni system yang memiliki prinsip profit and loss sharing, artinya keuntungan maupun kerugian akan sama-sama ditanggung bersama. Keuntungan/kerugian tersebut akan diberikan sesuai keinginan investor, apakah dalam bentuk pulsa atau uang yang akan dikirimkan kepada rekening investor.
Dengan melihat dinamika perkembangan microfinance dan operator seluler saat ini, maka inovasi pada kedua bidang ini mutlak diperlukan untuk menjawab segala permasalahan dalam dunia ekonomi. Kemiskinan adalah gambaran umum dari masyarakat pinggir kota dan pedesaan, pada kawasan-kawasan tersebut orang-orang miskin terkonsentrasi. Mereka hanya membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk memperbaiki kondisi perekonomian mereka dari berbagai macam pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.
Menghidupkan sendi-sendi masyarakat miskin berarti akan menghidupakan pilar-pilar perekonomian bangsa yang akan memperkuat perekonomian nasional. Selama ini zaman telah menjawab bahwa unit-unit usaha kecil memiliki andil besar dalam perekonomian suatu Negara.MBOS adalah suatu system baru untuk menghidupakan sendi-sendi ekonomi masyarakat miskin, sistem ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk menciptakan dan mengaplikasikannnya terutama kerjasama antara operator, microfinance dan pengguna operator seluler.