KEAJAIBAN XL DI PULAU SERIBU MASJID
Oleh: Muhammad Idris
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia
“Ajaib sungguh ajaib” inilah ungkapan yang patut disematkan kepada perusahan operator telepon seluler PT Exelcom Indo Pratama (XL) karena kiprahnya yang sangat luar biasa di Pulau Lombok, Pulau Seribu Masjid. Bagaimana tidak, di pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat ini hampir semua penduduknya menggunakan XL, dari anak-anak, orang dewasa sampai bapak-bapak dan ibu-ibu dari kota Mataram[1] hingga ke pelosok Sembalun[2] menggunakan XL sebagai operator selulernya. Kalau pun ada yang menggunakan operatora lain, tapi mereka pasti dan wajib memiliki kartu perdana XL, baik disimpan di dalam dompet atau di dalam hand phone (HP) itu sendiri, apalagi kini HP model dual card tengah ramai dan menjamur di pasaran menjadikan XL tetap menjadi pilihan nomor satu dan tidak tergantikan hingga detik ini.
Fenomena ini memang benar-benar terjadi di sana, tidak afdol (lengkap) rasanya bagi tiap orang yang memiliki atau membeli hand phone tidak menggunakan XL. Hand phone dan XL bagi masyarakat Lombok seperti dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meskipun banyak operator-operator lain yang bermunculan dengan menawarkan produk yang berbeda dan harga yang lebih murah, namun masyarakat Lombok tetap loyal kepada XL. Aneh, tidak pas dan merasa asing (sendirian) rasanya ketika salah seorang tidak menggunakan XL karena sanak keluarga dan karib kerabat semuanya menggunakan XL. Karena itulah sebabnya mereka yang beralih dari XL atau mencoba menggunakan operator lain pasti akan kembali lagi menggunakan XL.
Iklan dan berbagai macam produk yang dimiliki XL sepertinya telah merasuki alam bawah sadar masyarakat Lombok dan telah menjadi bagian dari budaya mereka. Masih jelas dalam ingatan ketika iklan pertama XL Jempol yang menawarkan isi ulang Rp 5000,- mucul di televisi dan menarik keinginan masyarakat. Kemunculan iklan tersebut memang pada timing yang tepat, dimana pada waktu itu HP masih menjadi barang dan tren baru serta menjadi barang eksklusif bagi masyarakat, pada saat itulah iklan XL pertama muncul yang menawarkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat pada saat itu, yakni operator yang memberikan layanan dengan harga murah. Momen pada saat itulah menjadi toggak awal kiprah pertama XL di pulau seribu masjid.
Tidak hanya berhenti pada saat itu saja, XL kian menggencarkan strategi-strategi baru untuk meyakinkan masyarakat Lombok akan langkah mereka memilih XL. Fasilitas-fasilitas baru dan konten-konten menarik terus di tawarkan oleh XL, nelpon gratis dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi, yang membuat masyarakat khusunya remaja rela begadang dan bangun tengah malam untuk telpon-telponan, belum lagi gratis 300 sms setelah kirim 6 sms yang membuat pengguna kecanduan SMS-an, bahkan nelpon sepuasnya setelah nelpon pertama dari pagi hingga sore. Tidak jarang juga XL memberikan layanan cuma-cuma (gratis) bagi pelanggannya sekali waktu, yang dikenal oleh masyarakat Lombok denga “XL lagi bocor”. Pada saat “XL lagi bocor” itu pengguna XL dapat nelpon gratis ber jam-jam dan SMS-an tanpa batas meskipun tidak ada pulsa. Inilah yang membuat masyarakat benar-benar merasa di untungkan dan menikmati layanan-layanan seperti ini.
Bahkan sampai saat ini XL terus berinovasi dengan memberikan layanan-layanan terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ketika tahun-tahun terakhir ini Facebook sedang tenar-tenarnya, XL hadir dengan memberikan layanan gratis Facebook, XL sepertinya sangat mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat. Hal inilah yang membuat XL selalu dipercaya dan selalu menjadi nomor satu bagi masyarakat Lombok. Masyarakat Lombok sepertinya tidak mengganggap XL sebagai salah satu dari berbagai macam operator seluler yang ada di Indonesia, masyarakat Lombok mungkin menganggap bahwa hanya ada satu kartu perdana dan operator seluler, yakni XL. Hal ini terjadi karena ikatan emosional antara XL dan masyarakat Lombok sudah begitu kuat dan dalam. Tidak mudah memang mengubah persepsi masyarakat tentang image XL yang sudah sangat baik untuk masyarakat Lombok.
Seperti masyarakat Indonesia pada umunya, masyarakat Lombok juga sangat peka terhadap hal-hal yang bersifat baru. Katakanlah ketika HP masih menjadi barang eksklusif dan sangat tenar pada awal-awal kemunculannya masyarakat Lombok sangat antusias dan berduyun-duyun untuk membeli alat komunikasi tersebut, meskipun pada umumnya mereka adalah masyarakat daerah yang sebagian besar masyarakatnya dikategorikan sebagai msyarakat menengah ke bawah namun spirit mereka untuk mengikuti tren menyebabkan mereka merasa perlu dan harus membelinya meskipun harus menjual sawah dan menggadaikan barang berharga miliki mereka. Budaya konsumerisme tampaknya telah menjadi bagian dari masyarkat ini, meskipun hal itu tidak mendesak dan tidak sesuai kebutuhan akan tetapi jika hal itu menyangkut sebuah prestise, maka mereka pun akan membelinya tanpa pikir panjang. Tampaknya inilah salah satu faktor penyebab mengapa perkembangan telepon seluler dan operator seluler di Lombok sangat pesat.
Kemajuan signifikan yang dicapai XL di Pulau Seribu Masjid
Lombok merupakan salah satu commerce region yang sangat potensial dari XL. Daerah ini termasuk East Region commerce ( Bali, Lombok, East Java, NTT, NTB) yang memberika kontribusi sebesar 19% dari total pendapatan XL Rp9,8 triliun selama Januari hingga September 2009. Kawasan ini berada pada posisi nomor dua dalam memberikan kontribusi pendapatan XL setelah kawasan Jabodetabek (20 %). Saat ini jumlah pengguna XL di NTB mencapai 1,5 juta pelanggan, yang didukung oleh lebih dari 10 ribu counter dan outlet XL yang tersebar baik di pulau Lombok maupun Sumbawa. Secara keseluruhan Pertumbuhan jumlah pelanggan di tahun 2009 naik 21%. Dengan demikian jumlah pengguna XL sampai saat ini mencapai 31,4 juta pelanggan. Peningkatan margin sebesar 5 sampai 6% menghasilkan pencapaian laba bersih di tahun 2009 (Hana .”Pelanggan XL Capai 314 juta”. Posted on 20 Januari 2010, http://scbsradiolombok.wordpress.com)
Melihat perkembangan yang ada, dapat disimpulkan bahwa XL mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat di pulau Lombok. Kemajuan yang diperoleh bukan hanya dari segi kuantitas tapi juga dari segi kualitas. Disamping peningkatan jumlah pendapatan dan pengguna, XL di Lombok juga tidak berhenti memberikan layanan terbaik dengan berbagai macam inovasi dalam penawaran produk-produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Peran dan kontribusi masyarakat lombok dalam terhadap XL terlihat dari loyalitas dan antusias masyarakat terhadap produk dan layann yang diberkan.
Dampak terhadap pengembangan ekonomi dan IPM masyarakat Lombok
Bagaimana korelasi antara perkembangan XL yang begitu pesat di Lombok dengan sektor-sektor mendasar masyarakat lombok? Hal ini perlu ditinjau dan dicermati agar antara pada keduanya terjadi hubungan mutualisme (saling menguntungkan), bukan hubungan yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya . Ada beberapa hal yang dapat dijdikan indikator untuk melihat korelasi antara keduanya, antara lain:
1. XL menyentuh bottom line dan up line pada sektor ekonomi masyarakat Lombok
Dari segi ekonomi, ternyata XL telah menunjukkan perannya dalam pengembangan ekonomi masyarakat, yakni dengan menyentuh semua lapisan dari masyarakat. Pada lapisan masyarakat bawah (bottom line) keberadaan XL telah memberi stimulus dan dorongan untuk mendirikan tempat-tempat penjualan pulsa, baik berupa konter maupun dompet pulsa. Melihat kondisi geografis lombok yang umumnya berupa daerah pesisir dan pegunungan dengan pembangunan yang masih belum merata memungkinkan pengguna XL atau operator seluler pada umumnya menemui kesulitan untuk isi ulang pulsa. Kondisi inilah yang secara tidak langsung mendorong beberapa masyarakat bottom line untuk membuat konter atau dompet pulsa. Biasanya mereka memperoleh keuntungan yang cukup lumayan dari penjualan pulsa. Contohnya, pulsa 5.000 dijual seharga 6.000, pulsa 11.000 seharga 12.000 dan seterusnya. Penjualan rata-rata XL dengan nilai pulsa 5.000 per harinya bisa mencapai 100 sampai 200 kali transaksi atau dengan keuntungan per hari mencapai 200.000-an (wawancara dengan Muhibim, penjaga konter di desa Kr. Tapen, kel. Cilinaya, Cakranegara).
Pada golongan atas (up line), keberadaan XL telah mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru.pusat-pusat ekonomi yang dimaksud adalah dengan berdirinya XL center, konter-konter XL yang skala besar dan sebagainya. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi baru, maka secara otomatis akan tebuka lapangan pekerjaan baru. Pada umumnya masyarakat usia produktif di Lombok tidak memiliki keterampilan khusus dan memiliki jenjang pendidikan yang rendah (lulusan SMA), sehingga mereka cukup sulit untuk memperoleh pekerjaan. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi tersebut, maka kesempatan kerja untuk mereka menjadi terbuka lebar. Secra tidak langsung akan mengurangi pengiriman TKI ke luar negeri yang selama ini menjadi masalah utama NTB.
2. Isu dan permasalahan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi maslah utama NTB, bagaimana peran XL?
NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, NTB berada pada posisi ke-32 dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berbagai masalah dan keterbelakangan pendidikan, kesehatan dan sosial masyarakat yang tak kunjung ada perbaikan menjadi indikator utama mengapa daerah yang kaya akan sumber daya alam, pariwisata dan budaya ini masih menjadi kawasan Indonesia yang terbelakang. Disamping itu, NTB hingga kini masih menjadi salah satu pemasok TKI terbesar di Indonesia, angka buta huruf yang masih tinggi, kasus kematian ibu dan anak yang tak kunjung membaik adalah potret kecil dari kondisi masyarakat NTB.
Lalu bagaimana posisi, peran dan kontribusi XL dalam merespon masalah ini? Tentu saja sebagai sebuah perusahaan XL memiliki tanggung jawab sosial (CSR) untuk ikut aktif dan tanggap dalam merespon permasalahan ini. Sejauh ini program CSR XL terbilang cukup berhasil, hal ini didasarkan pada berbagai penghargaan yang berhasil diperolehnya dalam bidang ini. Contohnya CSR dalam bidang pendidikan, dengan program Indonesia Berprestasinya XL berhasil meraih penghargaan best CSR program (“Program CSR XL Langsung Tersalurkan”. http://www.inimedanbung.com/node/5026. Jumat 2 Oktober 2009). Khususnya bagi masyarakat Lombok, XL belum bisa menunjukkan perannya dalam membantu memperbaiki keadaan masyarakat di sana.
Di tahun 2008 XL memperluas jangkauan program CSR mereka dengan menjadi anggota aktif Indonesia Global Compact Network (ICGN) PBB. Melalui usaha tersebut, dunia bisnis, sebagai agen utama yang mendorong globalisasi, dapat turut serta memastikan bahwa kemajuan di pasar, perdagangan, teknologi, dan keuangan juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat di setiap negara (“Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.http://www.xl.co.id/language/id). Selain itu, menurut Rahardi Ramelan (1997) dalam bukunya yang berjudul Kemitraan Pemerintah-Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia mengatakan bahwa dasar utama diperlukan kemitraan antara pemerintah-swasta dalam pembangunan adalah masalah pendanaan dan factor kondisi geografis yang menyulitkan sehingga strategi yang tepat adalah dengan membentuk kemitraan antar keduanya sehingga terdapat hubungan yang saling menguntungkan.
Oleh karena itu ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi terkait maslah CSR perusahaan untuk masyarakat NTB, yaitu:
1. peran dalam ekonomi mikro
Masyarakat Lombok masih sangat membutuhkan dukungan dari lembaga keuangan mikro (LKM) untuk mengembangkan perekonomiannya. Hal ini dikarenakan masyarakat masih tergolong masyarakat kecil dan menengah yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Karena peran utama LKM adalah sebagai lembaga yang memberikan akses masyarakat miskin kepada lembaga keuangan, membantu dan memberdayakan ekonomi masyarakat kecil, maka keberadaan lembaga ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat NTB. Umumnya masyarakat NTB membutuhkan dukungan dana dan edukasi tentang dunia usaha dan microfinancelah lembaga yang tepat untuk hal ini. Masyarakat NTB sebenarnya sangat produktif dan kreatif, hal ini bisa terlihat dari berbagai kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat NTB, antara lain ; kerajinan gerabah yang dihasilkan oleh masyarakat Banyumulek, Lombok barat, emas dan mutiara oleh masyarakat Sekarbela, furniture oleh masyarakat Rembige dan masih banyak yang lain. Unit-unit usaha seperti ini sangat membutuhkan dukungan dan pembinaan untuk mengembangkan usaha mereka dan mengembangkan ekonomi masyarakat Lombok pada umumnya.
Disinilah peran XL sebagai perusahaan operator seluler untuk mendukung unit-unit usaha masyarakat Lombok. Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya melalui pemberian alokasi dana CSR perusahaan, mencarikan microfinance mitra untuk menghadapi masalah pendanaan atau sebagai mediator antara pengguna yang ingin menjadi donatur atau investor pada lembaga keuangan mikro melalui SMS donasi atau SMS investasi yang bisa dilakukan oleh XL yang dapat mendukung berkembangnya usaha masyarakat.
2. peran dalam mengembangkan dan memajukan budaya dan potensi daerah Lombok
NTB merupakan daerah yang kaya akan potensi alam dan budaya. Selama ini NTB dikenal sebagai daerah lumbung padi, hal ini tercermin dari lambang daerah yang berupa lumbung padi dan semboyan daerah, Bumi Gogorancah (Bumi Gora). Selain potensi pariwisata NTB juga tidak kalah pamornya, masyarakat Indonesia dan Internasional tentu sudah tidak asing lagi dengan pantai Senggigi, Kuta, gunung Rinjani dan yang lainnya, namun masih dibutuhkan peran lembaga lain untuk mendukung potensi tersebut.
XL sebagai perusahaan operator seluler yang bergerak dalam bidang telekomunikasi memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong potensi budaya dan pariwisata masyarakat Lombok. Dalam hal ini XL dapat menjadi mitra dalam mempromosikan budaya dan potensi yang ada melauli jaringan telekomnikasinya. Disamping itu XL bisa juga berperan sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat, informasi apapun asalkan bermanfaat bagi masyarkat karena akses informasi masyarakat Lombok masih belum begitu merata, khususnya layanan internet, disini XL bisa berperan di dalamnya.
3. peran dalam dunia pendidikan
Masyarakat Lombok masih membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan. Untuk menekan angka buta aksara di kawasan ini diperlukan tidak hanya pendidikan formal tetapi juga pendidikan informal. XL dapat terlibat dan berperan aktif dalam pendidikan formal dan informal. Masih banyak sekolah-sekolah di NTB yang belum tersentuh teknologi, sehingga pendidikan IT masih sangat asing bagi mereka. XL bisa berperan dalam menyelenggarakan pendidikan mingguan atau bulanan mengenai IT sehingga masyarakat tidak lagi kaku dalam bidang teknologi. Hal ini jelas sangat bermanfaat dalam peningkatan mutu kualitas masyarakat NTB.
Dalam pendidikan informal, XL dapat menjadi mitra Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dan ibu-ibu buta aksara yang tidak tersentuh pendidikan formal. Saat ini di NTB PKBM menjadi program andalan pemerintah daerah dalam menanggulangi tingkat buta aksara di NTB. Namun sejauh ini pula program ini hanya mengandalkan dana dari pemerintah daerah saja dan tidak terlihat peran dari sektor swasta di dalamnya. Disinilah dibutuhkan kepekaan dan bantuan dari XL untuk mendukung berjalan dan berhasilnya program ini, baik dukungan secara moriil maupun materiil.
Kiprah XL di Pulau Seribu Masjid memang sangat mengagumkan dan memiliki implikasi terhadap sektor-sektor lainnnya. Jumlah pengguna yang telah menyentuh hampir semua kawasan dan level masyarakat serta loyalitas masyrakat terhadap XL menjadi bukti kebrhasilan perusahaan operator seluler ini di pulau Lombok. Keberhasilan itu juga membawa dampak terhadap sektor-sektor lainnya, seperti sektor ekonomi, namun masih banyak hal yang perlu diperhatikan lagi oleh XL terutama mengenai CSR yang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, XL seharusnya bisa berperan lebih aktif dalam menggerakkan geliat ekonomi masyarakat dan membangun potensi-potensi daerah sehingga antara XL dan masyarakat Lombok akan terbangun suatu sinergi dan hubungan timbal balik yang baik antar keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar