Kamis, 14 Januari 2010

SULITNYA MENCARI MAKANAN HALAL DI NEGERI BARAT DAN DATARAN CHINA

Hari ini saudara Mr. ferry, dosen bahasa Inggisku kedatangan saudaranya dari Jakarta,,jujur namanya aku lupa karena sebelumnya Mr. ferry lupa memberi tahu nama saudaranya itu,,facenya mirip dengan Mr. Ferry,wajah bulat sedikit botak and wajah yang funny gitu deh, namun secara postur tubuh mereka berbeda, Mr ferry kurus dan warna kulit sawo matang ,sebaliknya saudaranya sedikit gendut dan warna kulitnya putih,,secara bahasa saudaranya Mr ferry juga memiliki kemampuan berbahsa yang lebih baik dari Mr Ferry. saudaranya Mr Ferrry sengaja datang untuk sharing bersama kami, mahasiswa intermediet program bahasa STEI Tazkia, bogor. dengan bahasa Inggris yang fasih dia menyapa kamu dengan sapaan yang biasa " hello guys,good afternoon",,"good afternoon Sir" kami jawab dengan jawaban yang biasa juga. setelah itu dia mulai bercerita tentang pengalamannya yang pindah-pindah ke berbagai negara, setiap 5 tahun beliau pindah dari satu negara ke negara lain, karena Bapaknya adalah seorang diplomat dan begitulah konsekuensi sebagai seorang anak diplomat,besar di negeri orang. Dia lebih banyak menghabiskan waktu hidupnya diluar negeri daripada di negerinya sendiri, hampir 15 tahun bahkan lebih dia dan keluarganya hidup di tanah orang. ketika dia dan keluarganya pertama kali datang ke Amerika, dia tinggal di sebuah negara bagian di daerah Collorado, daerah ini sangat luas, Colorado sebanding dengan luas daerah Jakarta hingga Jogjakarta ( luas banget yah) ternyata disana dia tidak menemukan satupun masjid hingga berbulan-bulan dia tidak pernah mengerjakan sholat jum'at. Bukan hanya itu, untuk mendapat makanan halalpun sulitnya minta ampun, disetiap supermarket yang ia masuki tidak pernah terdapat lebel halal, beitu juga di restoran2 yang ia singgahi, makanan halalpun sangat sulit ia temukan. akhirnya dia rutin mengkonsumsi hmberger dan Kentucky fried chicken untuk bertahan hidup. akan tetapi sayangnya ketika salah seorang temannya yang bekerja di rumah makan cepat saji (semacak KFC) ia mengetahui bahwa alat2 yang digunakan untuk memotong dan memasak ayam adalah sama dengan alat2 yang digunakan untuk memotong dan memasak makanan2 haram seperti babi (eng: pok), tentu saja kalau demikian halnya darah babi akan bercampur dengan darah ayam. begitu juga dengan minyak2 dari daging babi akan bercampur dengan daging ayam, selain itu juga saat memotong para penjagalnya juga tak pernah mengucapkan "bismillah" saat memotongnya, jika demikian, jelas hewan yang dipotong HARAM! kemudian ia mengakui bahwa selama disana ia memakan makanan yang tidak memiliki label halal, terpaksa katanya. begitu juga halnya saat dia dan keluarganya pindah ke Kanada, kehidupan disana juga tak kalah sulitnya menemukan masjid dan makanan halal, akan tetapi dia mengatakan bahwa di Kanada ada sebuah toko yang menjual 100% produknya halal, selain itu juga, dia mengatakan pula bahwa persaudaraan sesama muslim di negara3 barat sangat erat sekali, bak muslim Malaysia, Indonesia, Pakistan, Arab dll sangat erat hubungan ukhuwah islamiahnya. pernah suatu hari di Kanada, Bapaknya berbelanja di sebuah toko, ia membawa sekantong daging dan beberapa belanjaan lainnya, tak lama kemudian ketikan keluar dari toko tersebut ia berpapasan dengan saudara sesama muslim yang digambarkan berjenggot lebat, berdahi hitam dan memakai jubah,, ia sangat mudah sekali dikenali sebagai seorang yang bersal dari asia tenggara, dengan ciri-ciri berbadan pendek, kulit sawo matang dan berkepala sedikit botak, kemudian saudara muslim itu menyapanya "Hallo brother, are you a moslem?", kemudian dijawab "yes. i'm a moslem", kemudian saudara mulim itu berkata "thats meat is Haram brother, if you want Halal meat you can go to the store over there". begitulah kawan mencari makanan halal di negeri barat sangat sulit, apa lagi orang barat terkena sindrom Islam fobia. setelah itu dia melanjutkan ceritanya ketika dia beada di negeri china dan north korea,,disana tak satupun restoran yang tidak menyediakan daging babi, hampir seluruh restoran bahkan dapat dibilang semua restoran disana menyediakan menu daging babi, tau sendiri kawan meskipun memesan makanan yang bukan babi, katakanlah ayam atau seafood, namun alat memotong dan memprosesnya sama, yah kalau demikian halnya dapat dibilang bahwa makanan yang tadinya halal tersebut menjadi haram. yah untuk survive hidup disana,katanya dia lagi-lagi harus memakan menu yang secara zat halal namun dimasak dengan makanan yang haram,,beitulah teman kehidupannya diluar negeri. sebelum dia mengakhiri cerita dia bertanya kepada kami "now how will you call me, musyrik, islam bohongan atau apa?" kami juga tak kalah bingungnya dengan dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar